30 Januari 2009

Kesaksian : Pak WO Tak Ingin KO


"Dulu hidup saya benar-benar gelap segelap kulit saya," kata Wasington Sinaga dalam sebuah kesaksian. "Dulu saya adalah seorang pemabuk, suka merokok, punya jimat, bila bicara semua orang pasi takut. Pada suatu hari ekonomi dan istri saya sakit keras. Saya sudah obatin kemana-mana sampe ke dukun pun saya jalani, namun kami tidak mendapat apa-apa," ceritanya kepada saya.

"Pada saat terkapar dan tidak berdaya, saya datang ke murid Tuhan. Saya mengakui segala dosa dan kejahatan yang pernah saya lakukan di hadapan murid Tuhan dan semua jimat saya serahkan kepada murid Tuhan untuk dibakarnya. Selanjutnya, murid Tuhan mendoakan saya dengan menumpangkan tangan di atas kepala saya," cerita Pak WO selanjutnya.

"Saya dilahirbarukan, mulai saat itu saya bertobat total, dan tidak mau menengok dosa masa lalu. Saya hanya mau hidup di jalan Tuhan. Hari demi hari saya jalani untuk terus melayani Tuhan. Saya merasakan banyak mujizat dari Tuhan. Istri saya sembuh dari sakit. Anak saya yang lama tidak pulang ke rumah, setelah saya berdoa terus akhirnya pulang, ajaibnya lagi saat anak saya pulang beberapa hari kemudian berteu jodohnya dan menikah.

Saat saya memberitakan injil ke sumatera bersama anak saya yang idiot, ternyata di sana anak saya itu menemukan pasangan hidupnya. Sungguh Tuhan itu baik.

Kasih Tuhan yang melimpah itu pun saya saksikan kepada semua orang yang saya temui, tujuannya agar orang tersebut bisa terlepas dari maut hidupnya. saya terus memberikatan injil kerajaan Allah di lingkungan saya seperti dirumah, digereja dan dunia adat. Saya juga terus menginjili lewat vokal grup betlehem," tutur Wo Sinaga.

"Jadi bagi anda yang baca blog ini ingat kesaksian saya begini: Pak WO yang tidak mau KO sama iblis," tutur Pak WO menutup kesaksian.

Betlehem Berkarya Lewat Lagu


Kesan pertama, saat mendengarkan nyanyian dari vokal group Betlehem, saya langsung jatuh cinta. Bukan hanya harmonisasi yang enak di dengar, namun syair menggugah semangat para pelayan-pelayan dan murid-murid Tuhan

Personil Betlehem sendiri unik yaitu terdiri batak, flores, dan jawa, meski demikian ritme lagunya bernuangsa daerah batak sangat kental.

Vokal grup ini sudah merilis satu album. Sebelum merilis album vokal grup Betlehem sudah melayani di berbagai dominasi gereja. "Kami punya talenta di suara maka kami memberitakan injil lewat pujian," ujar Syami Sinaga sebagai komandan vokal Group Betlehem, saat bertemu dengan saya di kolam pemancingan.

Saya coba cuplikan syair lagu "ladang-ladang" karya Betlehem.

Sungguh luas ladang-ladang
Yang harus dikerjakan,
tapi sayang sedikit yang mau jadi pekerjanya
aduh sayang...

Segala yang diciptkan oleh Tuhan
Hendaklah jadi keagungan Nama- Nya
Sehingga lakukan kan semua itu
jangan sampai kau terbuang percuma,

22 Januari 2009

Masih Adakah Rasa Peduli Anda???


Hidup di kota metrolitan seperti Jakarta, persaingan mempertahankan hidup semakin kentara. Orientasi orang2 kota terus berkutat dengan masalah uang dan uang. Kondisi ini membuat banyak orang yang luntur kasihnya ato kepedulian terhadap sesama mulai luntur.

Coba perhatikan di sekitar kita, diseputar jalan2 yg macet, muncul pengemis dan anak jalanan. Melihat hal apakah anda peduli? Ato justru menghakimi. “Ah mereka itu malas, ah mereka pura-pura, jadi peduli amat dengan mereka. Jangan kasih uang nanti enggak mendidik, ato malah digunakan untuk beli rokok,” Begitulah komentar banyak orang. Tapi Anda enggak gitu khan, ha…ha..ha.

Padahal dg banyaknya pengemis jalanan, justru menguntungkan kita secara rohani. Kita setiap saat bisa berderma sehingga tabungan amal kita makin lama makin menumpuk di Allah. Jangan sampai seperti seorang kaya yang mati tragis masuk alam maut gara-gara enggak punya rasa peduli.

"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.
Lukas 16: 19 -31

21 Januari 2009

Lahir Baru langkah Awal Masuk Jalan Tuhan


Tidak banyak manusia yang paham soal lahir baru (lahir kembali), meski tingkat releginya tinggi, seperti yg dialami oleh Nikodemus. Artinya dalam mengikuti dan memasuki jalan Tuhan maka yang aktif seharusnya roh kita bukan akal atau pikiran manusia.

Jadi sebenarnya Tuhan mengulurkan tangan-Nya kepada siapaun yg mau datang kepada-Nya, yang rindu akan kebenaran, yg letih lesu berbeban berat seperti sakit, ekonomi morat-marit, rumah tangga berantakan dll, dan bahkan mereka yang jahat siap untuk bertobat.

Sebagai langkah awal untuk memasuki Jalan Tuhan, dan agar kita tetap dalam "rel" jalan Tuhan maka kita harus hidup menurut kehendak Tuhan, sehingga Tuhan akan terus menuntun dan menggembalakan kita.

Nah, sekarang pilihannya tergantung anda. Apa anda ingin memasuki Jalan Tuhan dan digembalakan Tuhan? Kalo iya, kenapa enggak lahir baru sekarang juga dengan bantuan murid Tuhan sekarang juga?

20 Januari 2009

Putusnya Hubungan Manusia Dengan Allah


Di sekitar kita banyak kita jumpai manusia yang grafik hidupnya naik turun, ekonomi morat marit, keluarga berantakan,sakit-sakitan. Lalu mereka berdoa, namun Tuhan tidak menjawabnya. Mengapa? ya tentu saja Tuhan tidak menjawab karena manusia tersebut masih memiliki dosa dan kejahatan yang membuat hubungan aku dengan Allah menjadi terputus.

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu (Yesaya 59:1-2)


Yang menyedihkan lagi, manusia tidak sadar telah menerima warisan dosa dan kejahatan dari kakek buyut, kakek, ayahnya. Coba kita telusuri ke atas pam kita. Bila kakek buyut sampai bapak kita mencari kekuatan kepada allah lain (dukun/paranormal) dengan memiliki ilmu kebal, pengasihan, penglarisan, jimat, dll, maka si aku yang tidak tahu apa-apa sudah menerima warisan dosa dan kejahatan. Wowww tragis...! Ayo kita baca Firmannya.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (keluaran 20: 3- 5)

Lalu apa dong solusinya, agar hubungan antara aku dengan Allah kembali berdamai dan tidak putus lagi?

Jawabannya, Anda harus lahir kembali.Anda harus bertobat total. Mengakui segala dosa dan kejahatan di hadapan murid Tuhan dan mengakui Yesus sebagai juru selamat.Selanjutnya Anda harus tinggal di dalam Tuhan supaya berbuah.

Berbuah artinya aku berguna bagi Tuhan, berguna bagi orang lain dan berguna bagi diriku sendiri.

19 Januari 2009

Mujizat Tuhan : Elisabeth Sembuh Dari Koma


Bila anda bertemu dengan anak itu, mungkin anda tidak percaya jika bocah kecil yang lincah cantik itu pernah masuk rumah sakit dan mengalami koma selama 1 minggu. Anak kecil, imut, cantik dan centil ini berumur 4 tahun itu adalah Elisabet Lumban Gaol. Ibeth adalah panggilan akrabnya.

Ketika masih berumur 1 tahun, Ibeth, sakit panas tinggi dan tidak kunjung sembuh. Melihat kondisi tersebut lalu orang tuanya membawa ke rumah sakit umum Bekasi. Meski sudah di bawa ke RS Umum Bekasi namun kondisi anak tidak kunjung sembuh. Bahkan pihak rumah sakit menyarankan untuk membawa ke rumah sakit lain yang ada fasiltas ruang icu untuk koma.

Hal ini membuat kedua orangnya dilanda kesedihan yang mendalam. Di kala kesedihan dan kebuntuan menerpa suami istri, Samson Lumban Gaol dan Anna Maria Aritonang, datanglah murid-murid Tuhan dari Yayasan Berita Injil (YBI) Permata men-support dan mendorong keduanya untuk hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan.

Setelah suami istri berdoa bersama dengan murid-murid Tuhan, mujizat mulai terlihat. Elisabet bisa pindah rumah sakit Rawa Lumbu – Bekasi, yang ada ruang icu-nya.

Dengan kondisi parah, Ibeth kecil tetap tidak berdaya dan masuk ruang icu. Dalam kondisi ini selama di rumah sakit orang tua Ibeth terus diberi pengajaran oleh murid-murid Tuhan sehingga iman mereka naik.

Suatu mujizat pun terjadi. Kondisinya membuat Ibeth berangsur-angsur mulai pulih. Dia sudah bergerak, dan menangis. Puji Tuhan Elisabeth sembuh dari koma. “Puji Tuhan,” kata kedua orang tua melihat perkembangan Ibeth.

Kebaikan Tuhan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, namun terus berlanjut. Samson Eben Lumban gaol yang sehari bekerja sebagai sopir langsiran dan istrinya Anna Maria tukang cuci seterika, kembali mengucap syukur kepada Tuhan, karena usahnya mengurus kartu miskin berhasil. Pihak rumah sakit menerima pengajuan kartu miskin untuk pengobatan Ibeth. Dengan fasiltas kartu miskin itulah biaya pengobatan Ibeth selama di rumah sakit gratis.

“Puji Tuhan, sungguh besar kasih-Mu. Pakailah kami ya Tuhan sebagai alat-Mu, untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah,” Itulah ikrar janji keluarga Ibeth setelah mengalami mujizat dari Tuhan.

Mencari Kayu Bakar


Suatu hari saya bertemu dengan seorang anak-anak di sebuah desa sedang mencari kayu bakar. Ranting demi ranting mereka kumpulkan. Setelah terikat dia pikul kemudian di bawa ke rumah. “Inilah bentuk bakti saya kepada orang tua. Memang tidak seberapa, namun orang tua cukup senang,” ujar anak kecil itu.

Demi baktinya kepada orang tua mereka rela mengorbankan waktu bermain. Mereka tidak mengeluh menjalaninya. Bahkan mereka tidak mengharapkan imbalan. Mereka hanya ingin membalas budi baik dan meringankan beban keluarga.

Renungan
Ketika beban hidup berat menerpa, apakah itu masalah ekonomi, masalah sakit penyakit, masalah keluarga, seharusnya kita bersikap seperti seorang anak kecil pencari kayu. Tidak mengeluh dan tetap bekerja dan terus memuliakan Tuhan dengan tubuh, jiwa, dan roh.

Jangan sampai karena beban hidup lantas kita menduakan Tuhan dengan lari ke paranormal, dukun, mabuk-mabukan, atau korupsi. Bila hal ini terjadi maka Allah tidak lagi ikut campur dalam hidupmu dan sekarang yang mengendalikan hidupmu adalah iblis. Wow… gawat deh!

Jadi, belajarlah seperti anak pencari kayu itu. Tetap setia dalam kondisi apapun. Tetap memuji Tuhan dalam kondisi berbeban berat. Nah, bila anda bertahan dan setia kepada Tuhan dalam kondisi berbeban berat sampai mati, upahnya roh Anda masuk ke Firdaus.

Salam
Marcus Widhi Nugroho